Menjadi Muslim Moderat
OPINI  

Pentingnya Pendidikan Bagi Perempuan

Pentingnya Pendidikan Bagi Perempuan
Pentingnya Pendidikan Bagi Perempuan

MediaAswaja Pada tahun 2020 Badan Pusat Statistik (BPS) merilis jumlah penduduk perempuan di Indonesia 49,2% dari 270 juta penduduk. Artinya apa, hampir setengah penduduk Indonesia adalah perempuan.

Pertanyaan yang patut untuk diajukan, benarkah bahwa pendidikan penting bagi perempuan ?

Harus diakui perempuan dikenal sebagai tiangnya negara dan tiangnya agama. Karena itu, kualitas dan kapasitas diri seorang perempuan sangat penting dalam menentukan masa depan negara dan agama.

Ada syair arab yang sangat masyhur “seorang ibu adalah madrasatul ula atau pendidikan pertama bagi seorang anak”. Ketika seorang ibu sebagai madrasatul ula, maka peran perempuan sangat penting. Sebab dari kaum perempuan akan melahirkan generasi emas yang terdidik bagi masa depan.

Tapi faktanya di masyarakat sekitar kita, masih banyak perempuan yang menganggap dirinya hanya mampu di wilayah domestik (sumur, kasur dan dapur). Masih ada perempuan yang berpikir, percuma saja setinggi apapun pendidikan kalian sebagai seorang perempuan pada akhirnya dia hanya akan melakukan pekerjaan rumah dan mendidik anaknya di rumah.

Lantas muncul pertanyaan, kenapa perempuan harus pendidikan?

Pentingnya Pendidikan Bagi Perempuan

Pendidikan itu penting bagi semua orang, apalagi seorang perempuan. Seperti yang kita tahu seorang perempuan akan menjadi guru pertama bagi anaknya. Perempuan harus  memiliki kemampuan dalam mendidik anaknya dengan baik.

Tidak hanya itu sahabat, pendidikan juga sangat penting bagi kita kaum perempuan agar kita mampu mandiri. Baik mandiri secara mindset berfikir maupun ketika berkeluarga agar tidak ketergantungan pada lelaki saja.

Berbicara soal pendidikan, bukan hanya sekedar kita mendapatkan gelar perempuan yang berpendidikan tinggi. Ada banyak macam-macam pendidikan yang bisa di tempuh baik pendidikan formal seperti sekolah maupun pendidikan lainya seperti pesantren yang sama pentingnya bagi perempuan.

R.A Kartini telah memperjuangkan bahwa “pendidikan memiliki pengaruh besar bagi kaum perempuan. Perempuan mesti menemukan masa depan yang sesuai dengan keperluan sebagai kaum perempuan dan harus mendapatkan pendidikan yang cukup seperti kaum laki-laki”.

Kita bersyukur hidup di Indonesia, dimana perempuan memiliki hak yang sama dengan laki-laki dalam mengakses dunia pendidikan. Pada 20 Desember 2022 Pemerintah Afganistan melarang kaum perempuan untuk kuliah di universitas.

Selain itu mereka juga membatasi perempuan untuk bidang pekerjaan tertentu. Lantas apakah kita yang di Indonesia akan menyia-nyiakan kesempatan untuk mendapatkan kesetaraan pendidikan bagi perempaun dan laki-laki ?

Sahabat tentu sering mendengar surga itu di bawah telapak kaki ibu ? Ning Sheila Hasina Lirboyo berkata bahwa “predikat surga di bawah telapak kaki ibu itu, tidak serta merta Allah berikan kepada perempuan. Itu artinya, Allah bener-bener tahu perjuangan perempuan itu tidak mudah dan ada tanggungjawab besar di pundaknya. Perempuan adalah seorang pendidik bangsa dan tentu itu tidak mudah”.

Betapa besar peran perempuan melahirkan generasi sehingga Bung Hatta pernah berkata bahwa “Jika kamu mendidik satu laki-laki maka kamu mendidik satu orang, namun jika kamu mendidik satu perempuan, maka kamu telah mendidik satu generasi”. Maka, perempuan harus mempunyai bekal pengetuan yang tinggi agar bisa melahirkan generasi yang hebat dan unggul.

Jadi sahabat, sekarang kita ketahui bersama bahwa peran perempuan sangat menetukan generasi masa depan generasinya. Karena dari rahim ibunya lah anak itu dilahirkan dan sosok ibu lah yang akan menjadi sekolah pertama bagi seorang anaknya.

Sahabat tercinta, mari tularkan spirit perjuangan tentang penntingnya pendidikan bagi perempuan. Khususnya bagi perempuan belajarlah dengan tekun, berdayalah perempuan agar mampu menginspirasi satu dengan lainya. Bagaimana kita mau mengharap generasi bangsa yang baik dan terdidik. Maka bagi kaum perempuan jadilah terdidik sebelum kalian mendidik.

Ning Imaz Fatimatuz Zahra “Mulai sekarang menjadi perempuan jangan orientasi hidupnya hanya untuk menikah. Karena itu bagian dari kehidupan, bukan tujuan dari kehidupan. Jadi perbanyaklah investasi untuk diri sendiri, ilmu, mengaji, perilakunya baik, sibuk melakukan kegiatan-kegiatan yang disitu bermanfaat”

Sekali lagi perlu ditegaskan pentingnya pendidikan bagi perempuan agar kelak dari rahimnya melahirkan generasi yang bermanfaat bagi negara dan agama. Semangat untuk menjadi perempuan cerdas dan berwawasan luas.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *